Pengetahuan

Inilah Asal Usul Hoax yang Sekarang Marak!

waspada-hoax

Hoax atau berita bohong saat ini mudah ditemukan di berbagai platform sosial media. Penyebaran yang massif membuat banyak orang percaya. Bahkan, tidak sedikit juga hoax menjadi penyebab berbagai kericuhan. Biasanya hal ini terjadi berkaitan dengan politik atau ujaran kebenjian. Kondisi seperti ini membuat pemerintah lalu menerapkan UU ITE yang mengatur penyebaran informasi secara massif melalui sosial media. Bahkan, pemerintah juga membuat lembaga resmi seperti Badan Siber dan Sandi Negara. Salah satu fungsi dari badan atau instituasi ini adalah melacak asal usul hoax dan menghentikan penyebaran secara massif.

Penyebaran hoax bisa dilakukan siapa saja dengan berbagai tujuan. Biasanya tujuan penyebaran hoax ini untuk membuat kondisi tidak kondusif di wilayah tertentu atau hanya untuk kepentingan ekonomi saja. Kemudahan dari penggunaan sosial media dan smartphone juga dianggap sebagai salah satu faktor yang sangat mempengaruhi. Namun, hoax atau berita bohong sebenarnya sudah menyebar sejak jaman dahulu. Namun, media yang digunakan untuk penyebaran berita bohong itu tentu saja berbeda. Untuk mengantisipasi penyebaran yang meluas sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu asal usul hoax.

 

Mengenal Asal Usul Hoax

Sebenarnya hoax atau berita bohong sudah disebarkan sekitar tahun 1808. Berita bohong yang pertama kali disebarkan adalah pembuatan berita kematian yang melibatkan John Patridge. Berita ini dibuat oleh orang lain yang ingin menghancurkan profesi atau karir John sebagai astrolog ternama di masa itu.

Selanjutnya, berita bohong lainnya juga pernah dibuat oleh pujangga terkenal asal Amerika yaitu Edgar Allan Poe. Pada tahun 1820an, Poe pernah menulis di surat kabar harian lokal bahwa dirinya akan terbang menggunakan mesin khusus dari gedung tertinggi. Tentu saja berita ini cepat menyebar dan saat itu juga sudah banyak orang yang berkumpul di sekitar gedung tertinggi untuk menyaksikan Poe terbang dengan mesin buatannya. Namun, momen yang ditunggu juga tidak pernah ada karena Poe gagal terbang dengan alasan bahwa bagian dari mesinnya bermasalah. Hal ini membuat orang banyak kecewa.

Penyebaran berita bohong yang sangat hiperbolis seperti itu memang selalu menarik perhatian banyak orang. Kondisi ini yang membuat banyak pihak mengambil keuntungan di berbagai bidang. Kepentingan yang terlalu banyak membuat hoax saat ini mudah ditemukan. Apalagi pada saat terjadi peristiwa tertentu biasanya akan hoax menyebar dengan cepat. Konten seperti ini bisa Anda temukan dalam bentuk artikel atau gambar. Metode penyebaran yang dilakukan biasanya melibatkan judul yang berlebihan hingga foto atau yang didramatisir.

hoax

Alasan Hoax Bisa Menyebar dengan Luas dan Mudah

Indonesia juga saat ini bisa termasuk dalam sarang penyebaran hoax. Asal usul hoax yang menyebar di negara kita terjadi akibat kepentingan sekelompok orang yang ingin mengambil keuntungan tertentu. Biasanya kepentingan politik dan ekonomi menjadi latar belakang banyak hoax yang beredar di Indonesia melalui sosial media. Penggunaan internet yang cukup mudah hingga kurangnya pemeriksaan data dari berita yang menyebar mempengaruhi penyebaran hoax. Anda bisa mudah menemukan hoax dengan konten berisi foto hingga video yang sangat mengejutkan.

Sebenarnya ada beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan hoax menyebar dengan sangat mudah. Bahkan, pembuatan hoax yang cukup cepat dari peristiwa tertentu menjadi dasar yang memiliki pengaruh besar. Bagi sebagian orang, berita buruk dianggap hal yang sangat menarik. Namun, kondisi itu tentu saja akan memberikan pengaruh yang tidak baik bagi lingkungan. Berikut ini beberapa alasan kenapa hoax bisa cepat menyebar dengan mudah, seperti:

 

  1. Sifat Media sosial yang Cepat Membagikan Konten

Ini adalah salah satu dari asal usul hoax bisa menyebar dengan cepat. Penggunaan sosial media yang cukup mudah menjadi dasar penting dari penyebaran hoax. Bahkan, tidak sedikit pengguna sosial media langsung menerima seluruh informasi tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Salah satu fitur yang disediakan sosial media seperti Facebook, Instagram, Twitter dan lainnya adalah Share atau Bagikan. Fitur ini bisa dijalankan dengan sangat mudah melalui satu tombol saja. Hal ini juga yang membuat hoax sangat mudah untuk dibagikan.

 

  1. Penggunaan Internet yang Masif

Anda harus tahu bahwa penggunaan internet di Indonesia semakin meningkat. Hal yang paling mengejutkan adalah pengguna internet melalui smartphone juga dilakukan oleh anak-anak dibawah umur. Hal ini yang menyebabkan kondisi sosial di masyarkat cenderung berubah. Seluruh informasi dapat dengan mudah didapat dari internet. Bahkan, informasi yang tidak jelas asal-usulnya juga dimanfaatkan oleh para pengguna internet. Orang-orang yang sudah kecanduan terhadap internet tentu saja menganggap bahwa informasi yang didapat sepenuhnya benar.

 

  1. Kepemilikan Akun Anonim Sosial Media

Masyarakat Indonesia merupakan pengguna sosial media yang sangat potensial. Hal ini didasarkan penggunaan berbagai platform dalam jumlah banyak. Kondisi ini bisa dibuktikan dengan banyaknya masyarakat Indonesia yang menggunakan sosial media lebih daru satu jenis. Bahkan, yang paling mengejutkan lagi adalah ada juga pengguna sosial media memiliki akun anonim atau palsu. Hal ini didasari kemudahan pembuatan akun sosial media. Anda hanya memasukkan data diri, email dan no telepon. Kemudahan kepemilikan akun sosial media ini tentu saja memberikan dampak terhadap penyebaran berita bohong. Konten hoax dapat dengan mudah dibagikan oleh akun anonim yang tidak bertanggungjawab.

 

  1. Malas untuk Mencari Fakta Sebenarnya

Sebagian besar dari pengguna sosial media saat ini cenderung malas untuk mencari kebenaran atau melakukan pemeriksaan terhadap konten yang beredar. Bahkan, mereka masih menganggap metode pencarian melalui search engine seperti Google atau Bing sebagai hal yang lumrah. Padahal, konten hoax bisa saja berhenti pada Anda bila melakukan pemeriksaan data atau fakta yang berkaitan dengan berita itu. Cara paling mudah mungkin dengan melihat keterkaitan konten dan foto atau video. Selanjutnya Anda juga bisa mencari data pendukung lainnya melalui situs berita profesional yang memiliki alamat lengkap.

 

  1. Teknologi Platform yang Lambat Menghapus Hoax

Tidak dipungkiri bahwa platform media sosial seperti Facebook, Youtube, Instagram, hingga Google cukup lambat merespon konten hoax. Pengembang platform itu tidak memberikan pengaturan fitur atau tombol yang memudahkan pelaporan konten hoax. Padahal, semakin mudah pelaporan konten hoax biasanya akan menghentikan penyebaran secara cepat. Hal ini juga bisa diintegrasikan kepada pihak pemerintah atau aparat terkait untuk menangkap pelaku penyebaran hoax.

 

  1. Kepentingan Ekonomi dan atau Politik Tertentu

Setiap hoax yang disebar di sosial media atau platform apapun selalu memiliki kepentingan. Biasanya kepentingan yang ingin didapatkan berbasis ekonomi atau politik. Kepentingan ekonomi selalu berkaitan dengan keuntungan yang didapat dari iklan atau metode lainnya. Hoax yang berhubungan dengan peristiwa politik tentu saja ingin membuat kondisi suatu masyarakat cenderung tidak kondusif. Sebenarnya hal ini yang harus diwaspadai oleh seluruh pengguna sosial media dan internet. Ada banyak pihak yang selalu mencari celah untuk membuat kondisi ekonomi, politik hingga sosial tidak aman.